
Lampung Tengah (Lampung Explore.Com),– Aksi balap liar yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Lampung Tengah kembali menjadi sorotan masyarakat. Aktivitas yang dilakukan oleh puluhan remaja tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan serta membahayakan keselamatan masyarakat.
Salah satu lokasi yang sering dijadikan arena balap liar adalah ruas jalan dari Stasiun Kereta Api Bekri menuju Kampung Bumi Jaya. Kegiatan tersebut hampir rutin berlangsung setiap malam Minggu, dimulai sekitar pukul 22.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB dini hari.
Menurut keterangan warga, puluhan kendaraan bermotor berkumpul di lokasi tersebut. Selain menimbulkan kebisingan akibat suara knalpot dan kendaraan yang dipacu dengan kecepatan tinggi, aksi balap liar juga membuat para pengguna jalan merasa tidak aman saat melintas.
“Sudah lama kami mengeluhkan balap liar di jalur ini. Hampir setiap malam Minggu selalu ada. Mereka berkumpul dalam jumlah banyak, lalu menggunakan jalan umum sebagai arena balapan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menuturkan, aktivitas balap liar tersebut bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga pernah menyebabkan kecelakaan fatal. Beberapa bulan lalu, di jalur yang sama, kecelakaan akibat balap liar dilaporkan menelan korban jiwa.
Meski telah terjadi korban meninggal dunia, aksi berbahaya tersebut hingga kini masih terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.
Tidak hanya di wilayah Bekri dan Bumi Jaya, aksi serupa juga kerap terjadi di jalan turunan Kampung Sidomulyo, Kecamatan Bangunrejo, menuju perbatasan Kampung Margorejo, Kecamatan Padang Ratu. Lokasi tersebut sering dijadikan arena balap liar pada sore hari menjelang Magrib hingga malam hari, terutama saat malam Minggu.
Warga menyebutkan, di lokasi tersebut juga pernah terjadi sejumlah kecelakaan yang menyebabkan pengendara mengalami luka-luka hingga meninggal dunia akibat aksi kebut-kebutan di jalan raya.
Keresahan masyarakat kembali memuncak setelah pada Sabtu malam, 6 Juni 2026, sejumlah pengguna jalan mengaku terganggu dengan aktivitas para remaja yang melakukan balap liar di ruas jalan Stasiun Kereta Api Bekri menuju Bumi Jaya. Bahkan, warga yang melintas mengaku melihat adanya pengendara yang terjatuh di sekitar lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas balap liar tersebut.
“Kami sebagai masyarakat berharap kepada pihak kepolisian, terutama Polres Lampung Tengah maupun Polsek terdekat, agar menertibkan anak-anak yang sering melakukan balap liar pada malam Minggu. Mereka biasanya berkumpul dengan puluhan kendaraan bermotor dan melakukan aksi balapan hingga larut malam,” ujar seorang warga.

Menurut warga, keberadaan gerombolan remaja dengan jumlah kendaraan yang cukup banyak sering membuat masyarakat merasa takut saat melintas di lokasi tersebut.
“Kami masyarakat merasa khawatir ketika harus melewati jalan yang sedang digunakan untuk balap liar. Selain takut terjadi kecelakaan, kami juga khawatir jika terjadi tindakan anarkis atau kekerasan karena jumlah mereka cukup banyak, bahkan bisa mencapai 50 hingga 60 sepeda motor,” ungkap warga lainnya.
Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli rutin dan melakukan penertiban secara tegas di titik-titik yang selama ini menjadi lokasi balap liar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, menjaga keamanan pengguna jalan, serta menghindari jatuhnya korban jiwa di kemudian hari.
Warga juga meminta adanya upaya pembinaan terhadap para remaja yang terlibat agar tidak lagi menjadikan jalan umum sebagai arena balapan. Sebab, selain melanggar hukum, aksi balap liar dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Dengan adanya pengawasan dan penertiban yang lebih intensif dari aparat kepolisian, masyarakat berharap ruas jalan Bekri–Bumi Jaya maupun jalur Sidomulyo–Margorejo dapat kembali aman, tertib, dan nyaman digunakan oleh seluruh pengguna jalan.(An)