Bandar Lampung,(LE)-25 April 2026-Sebuah napas segar semangat keilmuan global kembali terhirup di bumi Lampung. Perguruan Diniyyah Putri Lampung dengan penuh khidmat mengutus delegasi resminya dalam Seminar Ulama Internasional yang mengusung tema besar: “Risālah as-Salām min al-Qur’ān ilā al-‘Ālam”* (Pesan Damai dari Al-Qur’an untuk Seluruh Dunia).Acara yang berlangsung di Ballroom Emersia Hotel & Resort, Bandar Lampung, pada Sabtu (25/4/2026) atau bertepatan dengan 7 Dzulqa’dah 1447 H ini menjadi panggung penting bagi penguatan nilai-nilai perdamaian berbasis wahyu.
Delegasi yang diamanahkan oleh Perguruan Diniyyah Putri Lampung terdiri dari dua figur kunci: Marwan Hakim, S.E.I., M.Pd. selaku Ketua STIT, serta Ahmad Suhail Al-Anshory, M.Ed. selaku Kepala KMI/MA Diniyyah Putri Lampung.
Kehadiran mereka bukan hanya simbol partisipasi, melainkan representasi aktif lembaga dalam forum strategis bertaraf internasional yang mempertemukan para ulama, akademisi, dan pemikir lintas negara.
Seminar yang berlangsung khidmat ini secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, M.M. Dalam sambutannya yang menyejukkan, beliau menegaskan bahwa nilai-nilai perdamaian yang terkandung dalam Al-Qur’an merupakan fondasi utama untuk membangun masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban, terlebih di tengah kompleksnya tantangan dunia modern.
Sementara itu, Prof. Warsito, S.Si., DEA, Ph.D. dalam sambutan kuncinya menyoroti pentingnya penguatan karakter bangsa melalui internalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam sistem pendidikan. Baginya, generasi unggul lahir dari integrasi utuh antara kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, dan keteguhan moral.
Salah satu momen paling inspiratif datang dari Ketua Yayasan Darul Fattah, KH. Aryasin, S.Pd.I. Dengan visi yang melampaui batas, beliau menyatakan azam besar untuk membawa Darul Fattah menembus kancah internasional. Menurutnya, penguatan jejaring global tak harus selalu dilakukan dengan mengirim pelajar ke luar negeri, tetapi juga dapat diwujudkan dengan menghadirkan para ulama dan syekh internasional ke Lampung.
“Ke depan, daripada jauh-jauh ke Mesir, lebih baik para syeikh kita hadirkan ke Lampung, sehingga para pelajar dapat langsung belajar bersama mereka di Darul Fattah,” ujar beliau dengan penuh keyakinan.
Berdasarkan susunan acara yang tertata rapi, seminar diawali dengan registrasi peserta, pemutaran video profil unit-unit Yayasan Darul Fattah Lampung, serta rangkaian pembukaan yang meliputi tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga sambutan dari berbagai pihak, termasuk delegasi Mesir dan pemerintah daerah. Suasana hangat semakin terasa saat sesi foto bersama dan coffee break sebelum akhirnya memasuki inti seminar.
Memasuki sesi akademik, para peserta disuguhkan empat materi utama yang membahas pesan perdamaian Al-Qur’an dari beragam perspektif yang saling melengkapi:
Materi 1 Risalah Perdamaian dan Koeksistensi Damai dalam Perspektif Para Mitra Peradaban
Disampaikan oleh Prof. Reeda Abdussalam Ibrohim ‘Aly dengan moderator Ust. Asip Abdullah.
-Materi II – Peran Masyarakat Sipil dalam Dimensi Lingkungan, Sosial, dan Dakwah
Disampaikan oleh Prof. Abdurrody Muhammad Abdul Muhsin Ridwan.
-Materi III – Rekonstruksi Wacana Keagamaan antara Moderasi dan Bahaya Ekstremisme
Dipaparkan oleh Prof. Muhammad Abdul Hayyi Muhammad Al-Uroby.
-Materi IV – Indonesia dalam Perspektif Dunia Timur
Disampaikan oleh Prof. Tamer Sa’ad Ibrohim.
Tak hanya itu, forum ini juga menghadirkan deretan tokoh terkemuka lainnya, seperti Prof. Abul Fadl Kamil Muhammad Muhammad, Prof. Majdi Ahmad Hamid Thantowi, Prof. Muhammad Hanafi Muhammad Ahmad Asy-Syistiani, serta Prof. Kholid Abdul Quwa Muhammad Al-Awamy. Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa diskusi tentang perdamaian adalah bahasa universal yang menyatukan lintas budaya dan tradisi keilmuan.
Rangkaian kegiatan yang sarat makna ini berlangsung hingga sore hari, dengan diselingi waktu istirahat, ibadah shalat, serta coffee break yang menjadi ruang dialog informal penuh keakraban. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata, apresiasi kepada peserta terbaik, serta sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan kebersamaan yang hangat.
Partisipasi aktif Perguruan Diniyyah Putri Lampung dalam forum internasional ini diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan keilmuan para delegasinya, tetapi juga memperluas jejaring global lembaga. Lebih dari itu, keikutsertaan ini merupakan bagian dari ikhtiar strategis Diniyyah Putri dalam mencetak generasi muslimah yang unggul, berwawasan global, serta teguh berkomitmen pada nilai-nilai Islam yang damai dan rahmatan lil ‘ālamīn.(Red)