
Bandar Lampung,(LE) Penghujung peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah berlangsung khidmat di berbagai daerah dengan beragam tradisi. Mulai dari pawai obor, pembacaan Al-Barzanji, marhaban, hingga doa dan shalawat bersama menjadi bagian dari cara umat Islam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Beragam kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus momentum untuk memperkuat keimanan dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme warga turut terlihat dalam Aksi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Musola Nurul Choir, Kampung Sawah, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Sabtu malam, 12 September 2026.
Warga masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Menuju Umat yang Berkah” tersebut.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. kali ini menghadirkan penceramah asal Kabupaten Pesawaran, KH. Endang Zainal Khaidir, yang akrab disapa Ustaz Kangen (Kang Endang).
Dalam tausiahnya, Ustaz Kangen mengingatkan jamaah mengenai pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Keteladanan Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi pedoman dalam kehidupan kita sehari-hari, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” pesan Ustaz Kangen kepada seluruh jamaah.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku dan akhlak setiap umat Islam.
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keberkahan. Lantunan shalawat dan doa bersama turut mengiringi jalannya acara hingga selesai.
Warga berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Momentum tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan yang semakin mendalam kepada Rasulullah SAW sekaligus mendorong masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, semangat Maulid Nabi diharapkan dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri, mempererat persaudaraan, serta membangun kehidupan bermasyarakat yang penuh keberkahan.(Atha)