
Lampung (Pesawaran) – Dalam rangka mempererat silaturahmi dan meningkatkan kualitas manajemen pendidikan, Perguruan Diniyyah Putri Lampung (PDPL) menerima kunjungan studi banding dari Pondok Pesantren Putra-Putri PERKEMAS pada Rabu, 21/01/ 2025.
Kunjungan ini merupakan bentuk sinergi antarlembaga untuk saling bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan pesantren.
Rombongan tamu dari PERKEMAS disambut hangat oleh Pimpinan PDPL, Bunda Nurma Syukur, beserta jajaran pimpinan yang terdiri dari Ketua Dewan Masyayikh, Kepala KMI/MA Diniyyah Putri Lampung, serta Kepala DMP/MTs Diniyyah Putri Lampung.
Pertemuan pembuka berlangsung akrab di Kantor Perguruan, menandai dimulainya agenda kunjungan yang penuh keakraban.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini sebagai momentum untuk saling belajar dan memperkuat jaringan antar pesantren,” ujar Bunda Nurma Syukur dalam sambutannya.
Agenda inti diawali dengan pemaparan profil PDPL di Ruang Audio Visual, yang menyajikan video dan presentasi mengenai sistem pendidikan terintegrasi, manajemen kelembagaan, serta berbagai program unggulan yang dijalankan.
Rombongan diajak menyelami visi-misi PDPL dalam membina santriwati secara holistik.
Sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif, di mana perwakilan PERKEMAS aktif menanyakan berbagai aspek pengelolaan pesantren, mulai dari kurikulum, metode pembinaan santri, hingga inovasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan berwawasan lingkungan.
Usai sesi diskusi, rombongan diajak berkeliling area kampus untuk melihat langsung implementasi berbagai program.
Mereka menyaksikan progres Program Adiwiyata yang sedang dikembangkan, mengunjungi area asrama santriwati, serta fasilitas penunjang seperti dapur pesantren.
Kunjungan lapangan ini memberikan gambaran nyata tentang kehidupan sehari-hari dan sistem pengelolaan yang diterapkan di PDPL.
Kunjungan ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan ukhuwah islamiyah antara PDPL dan PERKEMAS, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem pendidikan pesantren yang lebih berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Semoga kerja sama ini dapat berlanjut dan memberi manfaat bagi kemajuan pendidikan Islam, khususnya di lingkungan pesantren,” tutup Bunda Nurma Syukur. (Ahy)