
Pesawaran,(LE)-Derasnya air hujan seharusnya menjadi berkah, namun bagi Salah satu warga Dusun 1 Desa Bernung, Kecamatan Gedong tataan, hujan adalah momok yang mendatangkan air keruh ke dalam rumah. Penyebabnya, gorong-gorong di Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Kantor Partai Demokrat Pesawaran, ambrol dan tersumbat. Ironisnya, hingga kini infrastruktur vital itu tak kunjung disentuh perbaikan, sementara warga harus berkali-kali menjadi korban luapan air.
Kondisi memprihatinkan ini sudah berlangsung cukup lama. Pemerintah daerah pun dinilai warga berleha-leha dan menutup mata terhadap penderitaan mereka, meskipun lokasi kerusakan berada di titik strategis yang mudah terlihat.
Aef, seorang warga setempat, mengungkapkan kemarahannya. Kerusakan gorong-gorong membuat aliran drainase tersendat. Saat hujan deras turun, air yang seharusnya mengalir lancar justru meluap deras menerjang pemukiman.
“Kalau hujan agak deras saja, air langsung masuk ke rumah warga. Penyebabnya jelas, gorong-gorong nya ambrol dan mampet. Sampai sekarang belum ada perbaikan sama sekali,” keluh Aef kepada awak media, Jumat (14/3).
Yang paling tragis, dampak banjir ini tidak hanya terjadi sekali dua kali. Aef menyebut, selama bulan Ramadan yang penuh berkah ini, justru musibah datang berulang kali menerpa warga. Salah satu yang paling terdampak adalah rumah milik ayah Azis, yang lokasinya hanya beberapa langkah dari gorong-gorong bermasalah tersebut.
“Rumah ayah Azis itu setiap kali hujan agak deras pasti tergenang. Bayangkan, selama puasa ini saja sudah empat kali kebanjiran,” ujar Aef dengan nada geram.
Warga menilai, jika pemerintah cepat tanggap, persoalan ini seharusnya tidak berlarut-larut. Apalagi lokasi kerusakan berada di pusat kecamatan dan di depan kantor partai, yang semestinya menjadi perhatian khusus. Kelambanan ini memicu spekulasi di kalangan warga bahwa aparat pemerintah sengaja abai terhadap aspirasi rakyat kecil.
Warga kini hidup dalam kekhawatiran. Setiap kali awan hitam menggantung, rasa was-was langsung menyelimuti. Mereka khawatir jika musim hujan dengan intensitas tinggi tiba, dampak banjir tidak hanya akan merendam satu atau dua rumah saja, tetapi bisa meluas ke belasan rumah lainnya di sekitar lokasi.
“Jangan sampai dibiarkan makin parah. Sekarang saja sudah ada rumah yang selalu kebanjiran. Kalau tidak segera diperbaiki, bisa lebih banyak lagi yang terdampak. Pemerintah harus segera turun tangan, jangan hanya diam saja,” tegas Aef mewakili suara warga lainnya.
Warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pesawaran serta instansi terkait lainnya untuk bergerak cepat. Perbaikan drainase dan gorong-gorong di Jalan Ahmad Yani tidak bisa ditunda lagi. Warga menuntut tindakan nyata, bukan janji kosong, agar banjir yang setiap musim hujan datang menghantui dapat segera teratasi dan mereka bisa hidup tenang.
(Bung Atha)
Di kutip Media Duasisi