
Pesawaran,LE-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang untuk memenuhi kebutuhan gizi pelajar justru memicu rasa kecewa di lingkungan Pondok Pesantren Perguruan Diniyyah Putri Lampung, Selasa (07/04/2026). Para siswi yang tinggal di asrama tersebut berteriak lantaran menu MBG tidak kunjung tiba hingga melewati jam makan siang yang biasanya.
Pantauan di lokasi menunjukkan, dapur MBG yang beralamat di Jl. Baru RT.02 RW.02 Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, baru mengantarkan makanan ke lokasi pondok pada pukul 13.24 WIB. Padahal, jadwal makan siang para santri sudah berlangsung sejak pukul 12.00 WIB.
Akibat keterlambatan tersebut, proses belajar mengajar sempat terganggu dan berhenti sejenak lantaran para siswi sudah waktunya makan siang serta menunggu kepastian kedatangan menu MBG.
Saat dikonfirmasi awak media, driver yang mengantarkan MBG memberikan alasan teknis terkait menu yang dibawa.
“Iya Bang. Hari ini kebetulan menu kita mie ayam, jadi harus bungkus kuah, makanya lama. Kalau mau jelasnya silakan Abang datang ke dapur, kami hanya sebatas pengantar,” jelas driver tersebut dengan nada singkat.
Berdasarkan kesaksian narasumber terpercaya di lingkungan pondok, keterlambatan ini bukanlah insiden pertama. Masalah klasik telat sudah sering terjadi, bahkan sebelum bulan Ramadhan.
“Bukan kali ini saja. Sering sekali terlambat, sebelum Ramadhan saja beberapa kali terlambat,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Keterlambatan yang berulang kali terjadi ini langsung terdengar oleh Ibu Pimpinan Perguruan, Hj. Nurma Syukur, S.Pd. Dengan tegas ia menyatakan kekecewaannya dan tidak segan memutus kerja sama jika pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak mampu konsisten.
“Kalau sekiranya tidak sanggup dan sering terlambat, lebih baik kita putus. Saya khawatir nanti kami yang kena tuntutan dari orang tua murid. Sebelum ada MBG, emang sudah ada dapur dan masak, dan anak-anak makan secara teratur. Kami tidak mau ada komplain dari orang tua murid,” tegas Hj. Nurma.
Sikap tegas juga ditunjukkan oleh Kepala Sekolah, Lilis Setiawati, S.Pd.I. Ia memberikan ultimatum keras kepada pihak dapur MBG. Jika keterlambatan serupa terulang lagi, pihak sekolah tidak akan ragu mengambil langkah tegas.
“Kalau sampai ini terulang kembali, pihak sekolah akan melakukan pemutusan program tersebut kepada pihak dapur,” jelas Lilis dengan nada kecewa.
Merespons keluhan tersebut, awak media mendatangi dapur MBG di Jalan Baru, Rabu (08/04/2026). Sayangnya, kepala dapur tidak berada di lokasi. Keterangan diperoleh dari Asra, selaku asisten kepala dapur MBG.
Asra menyampaikan permohonan maaf atas insiden keterlambatan yang merugikan para siswi. Ia berjanji akan melakukan evaluasi total agar kejadian serupa tidak terulang.
“Permohonan maaf atas keterlambatan kemarin. Ke depannya kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan, dan insya Allah tidak akan terulang lagi,” ujar Asra mewakili pihak dapur.(Ahy)