
Lampung Tengah (Lampung Explore.Com),– Suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong mewarnai peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau tradisi Suran yang digelar masyarakat Kampung Mojokerto, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, pada Senin (29/6/2026) di Lapangan Merdeka Kampung Mojokerto.
Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan masyarakat ini berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan warga. Tidak hanya masyarakat Kampung Mojokerto, warga dari berbagai kampung di sekitarnya juga turut memadati lokasi acara. Hadir pula jajaran panitia, aparatur kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta sejumlah tamu undangan. Pada puncak kegiatan, turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Hanafi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama lintas agama, sebuah tradisi yang telah dilaksanakan secara konsisten selama lebih dari 15 tahun. Tradisi tersebut menjadi simbol kuatnya toleransi, kerukunan, dan persaudaraan antarumat beragama yang terus terjaga di Kampung Mojokerto.
Selain doa bersama, panitia juga menggelar berbagai kegiatan sosial, di antaranya sunatan massal bagi empat anak serta penyaluran santunan kepada lebih dari 50 anak yatim piatu. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial masyarakat sekaligus bentuk rasa syukur dalam menyambut Tahun Baru Islam.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ruwatan kampung, tradisi budaya yang sarat makna sebagai ungkapan doa dan harapan agar Kampung Mojokerto beserta seluruh masyarakatnya senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, keberkahan, serta dijauhkan dari segala musibah.
Sebagai puncak acara, masyarakat disuguhkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menghadirkan paguyuban seni wayang kulit dari Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah. Pertunjukan tersebut menjadi hiburan rakyat yang juga bertujuan melestarikan budaya warisan leluhur dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati Lapangan Merdeka hingga dini hari.
Kepala Kampung Mojokerto, Yayat Supriyadin,S.IP., mengatakan bahwa tradisi doa bersama lintas agama telah menjadi bagian dari identitas Kampung Mojokerto selama kurang lebih 15 tahun dan terus dipertahankan karena mampu mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

“Acara doa bersama lintas agama yang dilaksanakan oleh Kampung Mojokerto sudah berjalan selama 15 tahun. Tahun ini selain doa bersama lintas agama juga dirangkai dengan kegiatan-kegiatan lain seperti sunatan massal, santunan kepada lebih dari 50 anak yatim piatu, sunatan massal untuk empat anak, kemudian dilanjutkan dengan ruwatan kampung dan puncaknya pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menghadirkan ki dalang dari Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah,” ujar Yayat.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kekompakan demi kemajuan kampung.
“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Kampung Mojokerto agar kita tetap kompak dan ke depan lebih kompak lagi untuk bersama-sama membangun Kampung Mojokerto menjadi lebih baik, lebih maju, dan semakin sejahtera,” tambahnya.
Peringatan Suran 1448 Hijriah di Kampung Mojokerto tidak hanya menjadi momentum menyambut Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan, toleransi, gotong royong, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan. Tradisi yang telah diwariskan selama bertahun-tahun tersebut diharapkan terus lestari sebagai perekat persatuan masyarakat sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.(An)