
Gunung Sugih, (Lampung Explore.Com),-Ribuan warga dari berbagai desa di Kecamatan Padang Ratu dan sekitarnya memadati kawasan Tugu Gajah Siwo Mego, Jumat (17/4/2026). Masa hendak bergerak menuju Mapolres Lampung Tengah untuk menuntut pembebasan tiga warga yang ditahan terkait kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang terduga pelaku pencurian sepeda motor hingga meninggal dunia.
Ketiga warga yang diamankan polisi masing-masing berinisial NPS (21), AS (24), dan LA (33). Mereka merupakan warga Kampung Sri Agung, Kecamatan Padang Ratu, yang bersama warga lain ikut dalam aksi penangkapan terhadap pelaku pencurian sepeda motor milik seorang warga berinisial NA (25), pada Sabtu (11/4/2026).
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula dari aksi pencurian sepeda motor di area Klinik Sri Agung Medika. Saat itu, dua pelaku kepergok warga sehingga memicu aksi kejar-kejaran yang berlangsung dramatis di sepanjang jalan penghubung Kampung Sri Agung menuju Bandar Sari.
Warga yang geram akhirnya berhasil menangkap salah satu pelaku berinisial AS (24), warga Kecamatan Anak Tuha. Namun nahas, situasi berubah menjadi tidak terkendali. Pelaku menjadi sasaran amukan massa hingga mengalami luka parah.
Meski sempat dilarikan ke RSUD Demang Sepulau Raya untuk mendapatkan perawatan medis, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Sementara itu, satu pelaku lainnya berinisial RG (28) mengalami luka-luka dan hingga kini masih menjalani perawatan.
Aksi Solidaritas Warga
Kabar penahanan tiga warga yang terlibat dalam penangkapan pelaku pencurian memicu reaksi luas dari masyarakat. Sekitar lebih dari 1.000 orang berkumpul sebagai bentuk solidaritas.
Massa datang menggunakan lima unit truk, dua mobil pikap, serta puluhan sepeda motor. Sejak pukul 15.44 WIB, mereka telah memadati lokasi dan menyuarakan tuntutan agar ketiga warga tersebut segera dibebaskan.
Salah satu perwakilan masa menegaskan bahwa tindakan ketiga rekannya tidak seharusnya dikriminalisasi karena terjadi dalam konteks menangkap pelaku kejahatan.
“Kami datang untuk menuntut saudara kami dibebaskan. Mereka ditahan dengan tuduhan pengeroyokan dan pembunuhan, padahal ini berawal dari aksi pencurian motor. Kami ingin mereka bisa pulang hari ini juga,” ujarnya.

Polisi Tegaskan Proses Hukum
Di tengah memanasnya situasi, upaya mediasi dilakukan di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak sejak pukul 13.00 WIB. Pertemuan tersebut melibatkan unsur Forkopimda serta perwakilan dari kedua pihak.
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, bersama Dandim 0411/KM Letkol Inf Noval Darmawan, kemudian turun langsung menemui massa untuk memberikan penjelasan.
Kapolres menegaskan bahwa kepolisian tetap berpegang pada prosedur hukum dan tidak dapat membebaskan para tersangka secara sepihak.
Ia juga menjelaskan perbedaan antara tindakan mengamankan pelaku kejahatan dengan aksi kekerasan yang melampaui batas.
“Masyarakat memang boleh mencegah pelaku melarikan diri. Namun jika tindakan tersebut berubah menjadi pengeroyokan hingga menyebabkan kematian, itu sudah masuk ranah pidana yang berbeda,” tegasnya.
Menurutnya, proses penyelesaian secara damai masih menemui kendala, terutama dari pihak keluarga korban yang meninggal dunia.
Sebelumnya Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri yang menemui masa di tugu Gajah Siwo Mego juga menyampaikan ke pada Masa aksi solidaritas,” Harapan kami semua, tadi sudah sama-sama lakukan sebuah tahapan, kita sama-sama ketemu dari kedua belah pihak, yang intinya bahwa dari kedua belah pihak mudah-mudahan sepakat. sebagai warga Lampung Tengah yang saling mendukung dan cinta damai,” ujar Plt.Bupati Lampung Tengah.

Situasi Berangsur Kondusif
Setelah melalui dialog panjang dan penyampaian penjelasan dari pihak kepolisian serta Forkopimda, massa akhirnya mulai membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 20.20 WIB.
Meski situasi telah mereda, aparat kepolisian tetap menyiagakan personel di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi lanjutan.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum secara adil, baik terhadap korban pencurian maupun pihak-pihak yang terlibat dalam insiden pengeroyokan tersebut.(An)