
Subang, Lampung Explore.Com – Penyuluh Pertanian dan Puluhan pengurus dan anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang melakukan kunjungan studi banding ke pusat pelatihan pertanian Ponco Tani, Pemalang Jawa Tengah pada Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari teknik budidaya modern serta manajemen pascapanen yang telah berhasil diterapkan oleh Ponco Tani dalam meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Kunjungan ini disambut langsung oleh jajaran pengelola pusat pelatihan yang memberikan paparan komprehensif mengenai inovasi pertanian berkelanjutan.
Ketua KTNA Jawa Barat, H. Otong Wiranta sekaligus Ketua rombongan dari Kecamatan Ciasem menyatakan bahwa pemilihan Ponco Tani sebagai lokasi studi banding didasari oleh reputasi lembaga tersebut dalam mengintegrasikan teknologi pertanian tepat guna. Selama kunjungan, para petani diajak melihat langsung cara semai padi darat hingga simulasi menggunakan alat tanam.

“Karena tenaga kerja sudah sangat susah sekarang di Subang , jadi kami datang kesini mengadakan sekolah lapang pertanian ini untuk sama-sama belajar pertanian “, Tegasnya.
Peserta tampak antusias memperhatikan setiap penjelasan, terutama mengenai bisnis semai darat, cara semai dan tanam padi menggunakan alat tanam (transplanter) made in buatan ponco tani.
Sementara H. Anwar Kepala BPP Ciasem mengatakan bahwa Selain aspek teknis penanaman, fokus utama dalam kunjungan ini adalah mempelajari teknis mulai dari semai bibit padi hingga tanam padi. Model ini memungkinkan petani untuk tidak hanya ahli dalam bercocok tanam, tetapi juga petani memiliki kemauan untuk upgrade pengetahun pertanian modern.
“Dengan adanya studi banding ini, petani bisa belajar dan langsung praktek lapangan dengan tujuan agar bisa meningkatkan produktivitas pertanian lebih baik dengan alat pertanian modern”, Tambah H. Anwar
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah lahan semai darat dengan ukuran lebar 1,1 meter dan panjang 12 meter perpetaknya dengan media pasir ladon, transplanter yang dibuat sendiri oleh ponco tani secara mandiri yang terbukti mampu mengurangi kerja manusia ke alat pertanian untuk jangka panjang.
Perwakilan tuan rumah, sekaligus owner ponco tani, Bapak Ponco menjelaskan bahwa awal dari inovasi ponco tani saat ini adalah banyaknya permintaan bibit dan sulitnya tenaga kerja di bidang pertanian.

“Jika perhitungan bisnis sudah matang, maka biasanya petani mau beralih ke inovasi pertanian modern, karena modal antara pembenihan dan tanam antara semai basah dan kering serta tanam manual dan menggunakan alat sangat jauh perbandingannya, bisa sampai angka 1,7-2 juta perhektar”, terangnya.
Para petani mengaku mendapatkan wawasan baru dan merasa lebih optimistis dalam menghadapi tantangan sektor pertanian yang kian dinamis. Diharapkan, sekembalinya dari Ponco Tani, para peserta dapat menularkan ilmu yang didapat kepada rekan-rekan sesama petani di Kecamatan Ciasem demi kemajuan pertanian di Kabupaten Subang. (Dirto Susanto)