
Anak Tuha,Lampung Tengah, (Lampung Explore.Com), – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Lampung Tengah sejak Minggu malam (20/4) hingga Senin pagi (21/4) memicu amblesnya gorong-gorong di Kampung Bumiaji, Kecamatan Anak Tuha. Insiden ini mengakibatkan putusnya akses transportasi di jalur utama penghubung antar-kampung dan kecamatan. Respons cepat ditunjukkan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, yang langsung turun ke lokasi bersama Kapolsek Padangratu,dan anggota DPRD setempat. Namun, warga menuntut perhatian serius terhadap tiga titik rawan lain yang berpotensi mengalami kerusakan serupa.
Kronologi dan Respons Cepat Otoritas
Menurut laporan warga, gorong-gorong sepanjang kurang lebih 8 meter di Kampung Bumiaji ambles,menyusul derasnya aliran air dari hujan yang berlangsung hampir 12 jam. Material jalan terkikis, meninggalkan lubang yang membahayakan kendaraan.
Binti Lutfiah, anggota DPRD Lampung Tengah Dapil 4 dari Fraksi PKB, mengaku menerima laporan melalui video warga pukul 06.00 WIB. Ia segera menuju lokasi dan menemukan Kapolsek Padang Ratu, perwakilan BMBK Provinsi Lampung, serta Lurah Bumiaji dan Lurah Negara Haji Tua telah berkoordinasi di tempat. “Tim BMBK langsung melakukan asesmen dan menjanjikan perbaikan dalam 2-5 hari. Dinas BMBK provinsi Lampung juga meminta warga berjaga sementara untuk mengantisipasi kecelakaan,” ujar Binti.
Desakan Warga: Perbaikan Total dan Antisipasi Titik Rawan

Sementara itu Ahmad pengendara roda empat yang melintasi gorong-gorong jebol tersebut mengatakan agar pemerintah daerah secepatnya membangun gorong-gorong tersebut, agar lalu lintas kembali normal dan lancar dan berharap agar jalannya bisa dibangun atau diperbaiki,”saya sebagai masyarakat kecamatan Anak Tuha, memohon kepada pemerintah daerah khususnya, agar gorong-gorong yang jebol ini segera diperbaiki, dan jalannya segera dibangun. Agar lalu lintas di jalur ini bisa lancar Karena jalur ini adalah jalur pokok.
Dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Provinsi lampung yang sudah merespon cepat atas terjadinya gorong-gorong yang amblas di kampung Bumiaji ini,” ungkap Ahmad.
Kekhawatiran serupa juga disuarakan oleh warga setempat. Selain titik di Bumiaji, dua lokasi lain di Lampung Tengah dinilai kritis:
Perbatasan Kampung Negara Aji Tua dan Bumiaji: Struktur gorong-gorong di dekat tugu perbatasan sudah berlubang dan retak dan berpotensi ambles akibat erosi tanah.
Kampung Fajar Bulan: Retakan selebar 20 cm terlihat di gorong-gorong arah rel kereta api dari arah Gunung Sugih. Warga setempat melaporkan, retakan ini sudah muncul sejak tiga bulan lalu namun belum ditangani.
Apresiasi untuk Gubernur Lampung.

Binti Lutfiah memberikan apresiasi khusus kepada Gubernur Lampung atas respons cepat Dinas BMBK Provinsi Lampung,”
Tentunya saya sebagai wakil masyarakat Kabupaten Lampung Tengah Dapil 4 mengapresiasi atas kesiapan ke sat-set an, Dinas BMBK Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan pak gubernur Yai Mirza dan juga Mbak Jihan mudah-mudahan ini menjadi salah satu atensi khusus bahwa setiap ada masalah-masalah di lapangan langsung terlapor oleh beliau. Apresiasi untuk Dinas BMBK Provinsi Lampung.
Warga berharap janji ini tidak sekadar wacana. “Kami sudah lelah dengan perbaikan seadanya. Butuh solusi jangka panjang,” ujar pengendara yang melintas jalur tersebut.
Penutup:
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah tentang urgensi modernisasi infrastruktur tertinggal. Jika tidak diantisipasi, kerusakan gorong-gorong bisa berulang dan mengancam nyawa warga. Respons cepat patut diapresiasi, tetapi komitmen berkelanjutan dan transparansi anggaran menjadi kunci menghindari bencana serupa.(Red).