
Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa mulai Ramadan nanti, jam masuk sekolah dimajukan menjadi pukul 07.30 WIB. Selain itu, durasi setiap mata pelajaran akan dipangkas selama 10 menit dari waktu normal.
“Menjelang bulan puasa, ada penyesuaian. Setiap mapel biasanya dikurangi 10 menit dan pembelajaran dimulai jam 07.30,” kata Thomas, Kamis (5/1).
Thomas menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya sekadar mengurangi jam belajar. Tujuannya lebih mendalam, yakni memberikan ruang bagi penguatan pendidikan karakter dan kegiatan keagamaan di sekolah. Dengan waktu belajar yang lebih singkat, siswa diharapkan dapat lebih fokus pada nilai-nilai spiritual.
“Kami ingin pengembangan karakter tetap berjalan. Yang Muslim fokus pada ibadahnya, yang non-Muslim juga menjalankan kegiatan keagamaannya, sehingga toleransi di lingkungan sekolah tetap terjaga,” ujarnya.
Kebijakan ini dirancang untuk mendorong siswa Muslim memanfaatkan waktu lebih banyak untuk aktivitas ibadah seperti tadarus dan shalat sunnah. Sementara itu, siswa non-Muslim tetap diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing.
Selain penyesuaian jam belajar, Disdikbud Lampung juga akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait kemungkinan penyesuaian menu selama bulan Ramadan. Hal ini menyikapi pemberian makan siang gratis yang mungkin perlu dikonversi mengingat sebagian besar siswa akan berpuasa.
“Nanti akan kami koordinasikan formulanya, apakah bisa dikonversi ke bentuk lain. Ini akan kami diskusikan dengan Satgas MBG,” kata Thomas.
Penyesuaian pola pembelajaran ini merupakan langkah rutin Disdikbud Lampung setiap tahun untuk menghormati dan memfasilitasi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa, sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan kerukunan antar umat beragama di sekolah.(Ahy)