
Bandar Lampung,(LE)- 21 Mei 2026 – Peran strategis lembaga pengasuhan anak dalam mendukung kualitas tumbuh kembang anak kembali mendapat sorotan positif. Hari ini, Kamis (21/05/2026), RA TPA Diniyyah Putri Lampung resmi hadir dan tampil sebagai narasumber utama dalam kegiatan Berbagi Praktik Baik Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA)yang diselenggarakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Lampung di ruang pertemuan Golden Tulip Springhill Lampung.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan, pengelola lembaga penitipan anak, tenaga pengasuh, dinas terkait, serta para penggiat pendidikan anak usia dini se-Provinsi Lampung. Tujuan utama pertemuan ini adalah untuk menyamakan persepsi, memperkuat kapasitas, serta menyebarluaskan pengalaman terbaik dalam pelaksanaan program TAMASYA—sebuah inovasi unggulan yang bertujuan memberikan pelayanan pengasuhan, perawatan, pembelajaran, dan pembinaan berkualitas bagi anak usia 0–6 tahun.
Dalam kesempatan istimewa ini, RA TPA Diniyyah Putri Lampung mendapatkan kepercayaan penuh dari panitia penyelenggara untuk mempresentasikan pengalaman nyata dan keberhasilan yang telah dicapai selama menjalankan program TAMASYA. Kehadiran mereka sebagai narasumber praktik baik bukanlah hal kebetulan, melainkan pengakuan atas dedikasi, konsistensi, dan kualitas pelayanan yang telah dibuktikan lewat berbagai program unggulan dan kurikulum terapan, salah satunya adalah penerapan Kurikulum Model Sentra yang terbukti efektif dalam mengembangkan seluruh potensi anak.
Pengelola RA TPA Diniyyah Putri Lampung dalam pemaparannya menjelaskan bahwa keberhasilan lembaganya tidak lepas dari penerapan prinsip “Asuh, Asah, dan Sayang” .
“Kami menjadikan TAMASYA bukan sekadar tempat penitipan, melainkan rumah kedua yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Kami mengintegrasikan nilai agama, kemandirian, dan keterampilan dasar ke dalam setiap kegiatan bermain dan belajar. Penerapan model sentra memungkinkan anak belajar sesuai minat dan tahap perkembangannya, sementara kami sebagai pendamping memastikan setiap aspek tumbuh kembang anak terpantau dengan baik,” ungkap perwakilan pengelola lembaga tersebut.
Berbagai praktik baik yang dipaparkan meliputi tata kelola lembaga yang transparan, pola asuh berbasis kebutuhan anak, pelibatan aktif orang tua, hingga upaya pemenuhan gizi dan kesehatan anak. Pemaparan tersebut disambut antusias oleh para peserta yang aktif bertanya dan mencatat berbagai strategi yang diterapkan Diniyyah Putri, berharap dapat meniru dan menyesuaikannya di lembaga masing-masing.
“Kami berharap, hadirnya Diniyyah Putri sebagai narasumber dapat menjadi inspirasi dan memicu semangat bagi seluruh lembaga se-Lampung untuk terus meningkatkan mutu pelayanan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa ketika kita mengasuh anak dengan ilmu dan kasih sayang, hasilnya akan luar biasa bagi masa depan keluarga dan bangsa,” tegas salah satu perwakilan BKKBN Provinsi Lampung dalam sambutannya.
Acara di Golden Tulip Springhill Lampung ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan pertukaran pengalaman. Melalui kegiatan ini, semakin kokoh komitmen bersama untuk mewujudkan tujuan nasional peningkatan kualitas manusia Indonesia, dimulai dari langkah kecil namun strategis di Tempat Penitipan Anak yang berkualitas seperti yang telah ditunjukkan oleh RA TPA Diniyyah Putri Lampung.
Kehadiran Diniyyah Putri di forum tingkat provinsi ini sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu lembaga pendidikan dan pengasuhan terdepan di Lampung yang patut dibanggakan, serta menjadi bukti nyata kontribusi aktif dunia pendidikan dalam mendukung program pemerintah melalui TAMASYA. ()