
Pesawaran,-Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran sebagai momentum untuk memperdalam makna keteladanan Nabi, tidak hanya dalam kehidupan pribadi tetapi juga dalam menjalankan profesi di dunia jurnalistik. Acara yang digelar secara sederhana ini dihadiri oleh pengurus dan anggota PWI setempat.
KH. Endang Khaidir, tokoh agama yang hadir sebagai penceramah, menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi bukanlah sekadar seremonial belaka. Ia menyatakan bahwa esensi dari peringatan ini adalah memperkuat teladan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam ranah profesional.
“Rasulullah adalah suri teladan terbaik. Beliau membawa pesan kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai inilah yang harus kita hidupkan kembali, termasuk oleh wartawan yang punya peran penting dalam menyampaikan kebenaran,” ujar Endang dalam tausiahnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan tentang tanggung jawab besar yang dipikul para wartawan. “Menjadi wartawan bukan sekadar mencari berita, tetapi juga menjaga kebenaran agar tidak tercemar fitnah. Itu sesuai dengan teladan Nabi yang selalu menjaga lisan dan amanah,” tambahnya.
Pesan serupa disampaikan oleh Ketua PWI Pesawaran, M. Ismail, S.H. Dalam sambutannya, ia mengajak sejawat insan pers untuk menjadikan maulid sebagai sarana introspeksi dan peningkatan kualitas diri.
“Sebagai insan pers, kita tidak hanya dituntut menyampaikan informasi, tetapi juga menebarkan kebaikan, menjaga kebenaran, serta memperjuangkan keadilan. Inilah yang sejalan dengan misi kerasulan Nabi Muhammad SAW, yakni membawa rahmat bagi seluruh alam,” ujar Ismail.
Ia berharap momentum ini dapat memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan profesionalitas dalam dunia jurnalistik.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut tidak hanya diisi dengan tausiah, tetapi juga doa bersama serta refleksi profesi wartawan. Refleksi ini diharapkan mampu meneguhkan komitmen anggota PWI untuk selalu berpegang pada etika, kebenaran, dan keberpihakan pada masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi nyata dari nilai-nilai kepedulian sosial yang diajarkan Rasulullah, PWI Pesawaran juga menyalurkan bantuan sebanyak 100 paket sembako kepada kaum duafa di wilayah Kecamatan Gedong Tataan dan sekitarnya. Aksi sosial ini menjadi penutup rangkaian acara yang menggabungkan nilai spiritual dengan tanggung jawab sosial profesi.(Ahy)