
Lampung Tengah ,LE– Aktivitas tambang ilegal di Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, kian marak dan semakin meresahkan masyarakat. Aliansi Jurnalis Independen gabungan dari Kabupaten Pringsewu, Pesawaran, dan Bandar Lampung menyatakan siap melaporkan secara resmi keberadaan tambang ilegal tersebut ke Polda Lampung.
Rencana pelaporan akan dilakukan pada Senin depan (15/9/2025), setelah dilakukan koordinasi di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen pada Jumat (12/9/2025). Laporan ini akan dikawal langsung oleh Ketua KPK RI Provinsi Lampung, Din Moro.
> “Saya selaku Ketua KPK RI Provinsi Lampung akan mengawal langsung laporan ini. Kami minta Polda Lampung segera bertindak tegas terhadap pekerja tambang yang diduga ilegal di wilayah Sendang Agung,” tegas Din Moro.
Dari penelusuran lapangan, salah satu pemilik tambang bernama Feri, kakak dari Heri (pemilik alat berat di Kampung Sendang Retno), mengakui adanya aktivitas galian C.
“Ya pak, di sini ada lima alat berat yang bekerja. Namun satu alat sudah lama tidak digunakan,” ujarnya.
Pengakuan ini menguatkan dugaan bahwa aktivitas tambang ilegal sudah lama berlangsung di wilayah Sendang Agung.
Lebih jauh, beredar informasi adanya dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian yang justru melindungi kegiatan ilegal tersebut. Bahkan disebut-sebut terdapat praktik “bekingan” dan penerimaan upeti dari pekerja tambang kepada oknum aparat.
Saat dikonfirmasi, Kanit Polsek Sendang Agung, Rusdi, mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas tambang di wilayahnya.
“Saya baru pak, dan saya tidak mengetahui hal itu,” ucapnya singkat.
Sementara itu, Kapolsek Sendang Agung, Agus, saat dihubungi awak media melalui sambungan WhatsApp, memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban.
Aliansi Jurnalis Independen menegaskan, Polda Lampung harus segera menindak tidak hanya pelaku tambang ilegal, tetapi juga aparat penegak hukum yang diduga terlibat.
“Jika benar ada praktik penerimaan upeti, ini jelas sudah masuk ranah pidana serius. Kami menuntut transparansi penuh dari Polda Lampung,” kata Rafa, perwakilan Aliansi Jurnalis Independen.
(TIM)