
Lampung, 26 Januari 2026 – Perguruan Diniyyah Putri Lampung (PDPL) terus berikhtiar memperkuat basis keilmuan dan spiritualitas sivitas akademikanya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Keislaman pada Senin (26/1) di Aula PDPL, yang menghadirkan guru besar internasional, Prof. Dr. Fadi Fouad Alameddine dari Global University Doha Campus, Lebanon.
Kuliah umum bertema “Pondasi Keimanan: Keyakinan yang Lurus, Amal yang Sah, serta Akhlak yang Mulia” ini digelar sebagai upaya membentuk pribadi muslimah yang berilmu, beradab, dan berkarakter kokoh.
Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Fasli Jalal, Sp.GK., Ph.D., Rektor Universitas YARSI yang juga mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional. Dalam pidatonya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk meneladani nilai perjuangan Rahmah El-Yunisiyyah, terutama peran perempuan sebagai manajer keluarga, pendakwah, dan agen perubahan yang penuh manfaat. Prof. Fasli menekankan pentingnya fondasi keimanan yang kuat sebagai dasar lahirnya generasi unggul yang tangguh menghadapi tantangan zaman tanpa tergerus nilai spiritual dan moral.
Sebagai pemateri utama, Prof. Dr. Fadi Fouad Alameddine menyampaikan kuliah sepenuhnya dalam Bahasa Arab. Beliau memaparkan definisi dan klasifikasi ilmu, serta urgensi mendalami ilmu wajib ‘ain sebagai panduan agar ibadah sesuai syariat. Guru besar asal Lebanon itu juga menegaskan bahwa Rasulullah Saw. adalah teladan utama dalam seluruh proses belajar dan mengajar. Kuliah beliau ditutup dengan doa, “Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang mendengarkan perkataan dan mengikuti yang terbaik.”
Kegiatan semakin hidup pada sesi tanya jawab. Sejumlah santriwati dengan antusias mengajukan pertanyaan menggunakan Bahasa Arab dan Inggris, menunjukkan kompetensi kebahasaan mereka. Meski kemudian Syeikh meminta agar pertanyaan disampaikan dalam Bahasa Indonesia demi pemerataan pemahaman, melalui penerjemah, beliau menyampaikan apresiasi tinggi atas penguasaan bahasa asing yang ditunjukkan para santriwati PDPL.
Kuliah umum ini diikuti dengan khidmat oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan santriwati dari semua satuan pendidikan di lingkungan PDPL. Penggunaan Bahasa Arab secara penuh dalam penyampaian materi justru menjadi sarana efektif untuk mengasah kemampuan akademik dan linguistik peserta.
Melalui kegiatan ini, PDPL berharap nilai-nilai keimanan yang disampaikan tidak hanya dipahami secara intelektual, tetapi juga terinternalisasi dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan belajar, beribadah, maupun saat berinteraksi di masyarakat luas.(Ahy)